Kota Bengkulu, Swara Bengkulu – KRI Kurau tiba dan mulai beroperasi perairan Bengkulu ditandai penyambutan langsung yang dilakukan oleh seketaris Daerah Provinsi Bengkulu, Novian Andusti dalam gelaran Cofee morning dikawasan Pulau Baai. Untuk diketahui KRI Kurau memiliki daya jangkau 1632 nautical mile (setara 8022.km) dan memiliki kecepatan jelajah sampai 18 knot, Kapal ini miliki lebar.7,90 meter.. Panjang 44,95meter dan tinggi tengah kapal 4,25 meter dan berat bobot kurang lebih 200 ton.

Konflik Pukat Harimau (Trawls) ditanggapi serius Pemerintah Pusat dan TNI Angkatan Laut dengan menyiagakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Kurau-856 untuk memantau penuh seluruh aktifitas di perairan Bengkulu. KRI Kurau yang berada dibawah pembinaan Satuan Patroli (Satrol) Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) Sumatera Barat ini akan mulai melaksanakan patroli dilautan Bengkulu mengantisipasi konflik antara nelayan Trawl dan Nelayan tradisional Bengkulu yang belakangan semakin memanas situasinya.

“Mulai saat ini, KRI Kurau akan rutin beroperasi di perairan Bengkulu untuk membasmi segala aktifitas Ilegal di lautan. Termasuk mencegah terjadinya konflik atau bentrok dilaut antara dua kubu nelayan Bengkulu yaitu Nelayan Trawl dan Nelayan Tradisional,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu, Ivan Syamsurizal di Bengkulu, Senin (12/3).

Sementara itu, informasi yang berhasil dihimpun Jurnalis, berpatrolinya KRI Kurau di perairan Bengkulu lantaran adanya keterbatasan kemampuan kapal patroli di Bengkulu untuk memantau nelayan trawl yang masih beroperasi pada jarak 12 mil keluar perairan Bengkulu. “Kami diperintahkan mengamankan nelayan yang masih beroperasi menggunakan trawl. Mengingat penggunaan trawl sudah lama dilarang dan tidak diperbolehkan lagi. Kami akan beroperasi selama seminggu kedepan. KRI Kurau sendiri dilengkapi dengan 35 awak kapal dari prajurit dan perwira TNI AL. Kami sangat berkeinginan agar Perairan Bengkulu bebas dari aktifitas penggunaan Trawl,” ungkap Komandan KRI Kurau 856, Mayor Laut (P) Avissema Herlambang.(Ameng /SB)