Kota Bengkulu, Swara Bengkulu – Tim Pemberantasan BNN Provinsi Bengkulu telah berhasil mengungkap peredaran Narkotika jenis Sabu dari sendikat Nasional dengan menyita barang bukti sebanyak lebih kurang 2,5 ons (250 gram) Dari Pekanbaru – Jambi-Palembang dengan tujuan Bengkulu tepatnya di Kecamatan Ulu Manna Kabupaten Bengkulu Selatan.

Pengungkapan kasus ini didasarkan pada penyelidikan secara terus menerus selama satu bulan oleh Tim Pemberantasan dibawah Pimpinan AKBP. Marlian Ansori, tim mengetahui bahwa sendikat Nasional akan mengedarkan Narkotika jenis Sabu dengan cara dibawa dari Pekanbaru menuju Jambi, Palembang ke Bengkulu. Menggunakan motor jenis King yang di Sembunyikan di dalam mobil dikarenakan motor rx King tersebut mengalami kerusakan pada lampu.

Dan ketiga tersangka tersebut menggunakan mobil rental Toyota avanza dengan nopol BG 1294 UD, motor Yamaha RX King yang mereka gunakan dari kota Palembang dinaikan kedalam mobil dan selanjutnya melaju perjalanan ke Provinsi Bengkulu melaluhi jalur Prabumulih – Muaraenim – Lahat-Pagar Alam – Tanjung Sakti menuju ke Padang Guci Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu.

“Setelah mereka tiba di daerah Kaur, maka dilakukan penangkapan dengan cepat, namun satu orang pelaku melawan lalu kita lumpuhkan dengan menembak kaki bagian kiri,” ungkap Brigjend Pol, Nugroho Aji Wijayanto saat pers release, Senin (26/3/2018).

Kemudian, kata Nugroho setelah dilakukan penyelidikan, ternyata barang tersebut merupakan pesanan dari DPO Tris Alias Yek yang berada di Padang Guci Kabupaten Kaur, selanjutnya Tris memerintahkan pelaku Ag dan FR untuk membawa ke Bengkulu yang bergerak dari jalur Prabumulih-Muaraenim-Lahat-Pagar Alam-Tanjung Sakti menuju Padang Guci.

“Barang itu ternyata mau diserahkan dengan Tris Alias Yek di daerah Kaur selanjutnya hubungan mereka dengan DPO Tris sekarang masih kita kembangkan,” pungkasnya.

Sementara itu, lanjut Nugroho terkait hubungan DPO Tris dengan tersangka Gembong Narkoba Kirmin, masih dalam tahap penyelidikan, sebab DPO Tris merupakan mantan pengedar tersangka Kirmin.

“Kita masih pelajari dahulu apakah pengungkapan ini masih dalam jaringan kirmin atau bukan, doakan saja tersangka Tris cepat kita bekuk,” sambungnya.

Disisi lain, dari pengakuan kedua pelaku ternyata baru dua kali melakukan pengiriman ke Provinsi Bengkulu, dengan pola pengiriman sedikit-sedikit.

“Mereka ini ngirimnya sedikit-sedikit, kalau kiriman pertama lolos maka mereka ngirim lagi, tapi apapun modus mereka Alhamdulillah bisa kita ungkap,” tutupnya.

Akibat perbuatannya, ketiga pelaku dijerat pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (2) lebih subsider Pasal 132 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara dan hukuman mati.(Ameng /SB)