Kota Bengkulu, Swara Bengkulu – Plt Gubernur Rohidin Mersyah dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Herwan Antoni bersama pemuka Muhammadiyah Bengkulu berfoto dalam Seminar Nasional Hari TBC Sedunia yang mengusung tema ‘Peduli TBC Menuju Bengkulu Sehat’ di Aula Kampus IV Universitas Muhamadiyah Bengkulu, Selasa (27/3).

Saat diwawancarai Rohidin Mersyah mengatakan “Gerakan yang melibatkan masyarakat langsung untuk menangani sebuah penyakit yang sekarang masih indemik, TBC Penyakit infeksi Indemik di Indonesia bahkan didunia.

Inikan Penyakit yang mematikan, Jadi untuk menemui pasien penderita di tengah tengah masyarakat itu tidak mudah. Kemudian ketika penderita sudah ditangani untuk mereka disiplin minum obat sampai selesai itu juga perlu pendamping.

Maka kerjasama seperti ini, Dinas Kesehatan kerjasama dengan IDI dan Ormas Aisyiyah saya rasa cukup efektif sekali, Dengan pola Ketuk pintu Bisa sepuluh (10) rumah, Itu sangat efektif. Bisa 10 kali ke rumah perhari itu luar biasa jadinya. Mohon dibuat pola hal seperti itu atau dipublikasikan kerja sama dengan Tingkat Provinsi yaitu Dinas Kesehatan Provinsi dengan Pimpinan Wilayah Aisyiyah dan di tingkat Kabupaten/Kota Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota kerja sama dengan PDA (Pimpinan Daerah Aisyiyah). Pada tingkat kecamatan atau puskesmas kerja sama dengan Ranting Aisyiyah , Sehingga pola ini dilaksanakan menyeluruh. Pasti ini bisa terbebas dari TBC.

“Kita sudah menemukan pola kerja sama yang efektif karena obatnya sudah tersedia dan obatnya juga gratis, ada tersedia sehingga persoalan siapa Penderitanya maka ketika minum obat harus sampai tuntas “ujar plt Gubernur rohidin marsya”

Ditambahkan Rohidin, melalui Seminar yang digelar oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia Cabang Bengkulu serta Pimwil Aisyiyah Bengkulu ini, diyakini mampu untuk mencerdaskan Masyarakat untuk dapat menanggulangi TBC sejak awal.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni mengatakan, warga Bengkulu wajib untuk tahu mendetail soal TBC. Dengan mengenal dan mengetahui TBC, maka warga akan mampu melakukan penanggulangan.

“Acara ini digelar sebagai bentuk kepedulian kita terhadap penyakit TBC yang mewabah. Indonesia berada di peringkat 2 penderita TBC terbanyak setelah India, ini masalah serius. Untuk itulah kami mengundang pakar TBC Pusat guna memberikan edukasinya untuk kita menghindari TBC ini,” tegas Herwan. (Ameng /R17/SB)