Provinsi Bengkulu, Swara Bengkulu – Musrenbang Provinsi Bengkulu 2019 Pengembangan Infrastruktur  Dasar Dan Infrastruktur Strategi untuk pertumbuhan Ekonomi Yang Berkualitas. (12/4/18) sekitar pukul  8.30. WIB di Hotel Horizon Bengkulu.

Dalam Rangka Penyusunan RKPD 2019. YANG Bertema Pengembangan Infrastruktur Dasar dan Infrastruktur Strategi untuk pertumbuhan Ekonomi Yang Berkualitas langsung dihadiri Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang dihadiri juga Unsur Pemerintah Pusat, Kepala OJK Yan Safri, Kanwil Kumham Bunyamin, BPLW Kem. PUPR Bobby Prabowo, Imam Dayana, Entatarina, Bankda Suprayitno, Ahli Hukum dan Kemenhub Umar Haris, Staf Ahli.  Abdul Gani, DPR RI Dr. Anarulita Mukthar, HJ. Dewi Coryati M. Si. DPD RI H. Ahmad Kanedi SH. Mh, Riri Damayanti S. Spi, H. Mohamad Soleh, SE, Dra. Hj. Eni khairani M. Si. Pjs.Walikota Bengkulu, DPRD Provinsi Bengkulu, DPRD Kota Bengkulu, Bupati Se-Provinsi Bengkulu dan Pejabat Pemerintah se- Provinsi Bengkulu.

Dalam sambutannya dan sekaligus membuka acara tersebut Plt. Gubernur Menyampaikan,

“Provinsi Bengkulu terus berpacu untuk menggenjot pertumbuhan ekonominya. Salah satunya dengan mengoptimalisasikan pelabuhan Pulau Baai sebagai sentra ekonomi”. Hal ini disampaikan langsung oleh Plt Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bengkulu, Kamis (12/4) kemarin. Pada Musrenbang kali ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu menekankan pada perencanaan pengembangan infrastruktur dasar dan infrastruktur strategis untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang berkualitas”.

Rohidin melanjutkan “Pengembang infrastruktur strategis yang menjadi prioritas itu salah satunya yakni pengembangan pelabuhan Pulau Baai berdasarkan rencana induk pengembangan pelabuhan pelindo II, pelabuhan Pulai Baai sudah ditetapkan sebagai pilot projek nasional untuk dijadikan pelabuhan yang terintegrasi dengan kawasan ekonomi khusus (KEK),” kata Rohidin”.

“Mudah mudahan awal Mei, bapak Presiden akan melaunching ketetapan dan finalisasi studi kelayakan yang diusulkan pihak Pelindo, untuk menetapkan kawasan pelabuhan pulau Baai sebagai KEK yang mampu menggerakkan ekonomi secara keseluruhan,” tambahnya.

Selain itu, dalam Musrenbang ini juga disampaikan usulan pembangunan infrastruktur strategis lainnya, seperti pembuatan jalan penghubung Lebong – Merangin, peningkatan kualitas jalan penghubung nasional dan infrastruktur pengembangan bandara yang harus disinkronisasi dengan Bappenas.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Politik, Hukum dan Hankam Bappenas RI Slamet Soedarsono mengatakan, apa yang disampaikan Plt Gubernur Rohidin Mersyah sudah sejalan dengan tema dan prioritas nasional yaitu pemerataan pembangunan untuk pertumbuhan berkualitas.

 

Disampaikannya, ada enam proyek prioritas di Provinsi Bengkulu dalam RKP 2019. Diantaranya, peningkatan jalan Nakau-Kepahiang-Curup-Batas Sumsel, peningkatan jalan simpang Taba Mulan – Simpang Nangka, preservasi jalan Manna- Pd. Leban-Sp Pino-Batas Sumsel, peningkatan jalan Kota Bengkulu-Kabupaten Bengkulu Selatan, pembangunan Air Baku Kabupaten Lebong, dan pengembangan Bandar Udara Fatmawati Soekarno.

Selain infrastruktur strategis, Slamet mengingatkan pentingnya pengembangan sektor unggulan Provinsi Bengkulu, seperti hasil perkebunan kopi dan coklat serta pengembangan sektor pariwisata (Ameng /SB)