Kota Bengkulu, Swara Bengkulu – Anggota DPRD Kota Bengkulu H. Muryadi SH. Melakukan kegiatan Reses Perorangan di kediamannya Jl. Jeruk Ujung no. 42. Rt. 01 kelurahan lingkar Timur.

Masa Reses adalah masa dimana Anggota DPRD melakukan kegiatan luar masa sidang, terutama diluar gedung DPRD dengan melakukan tatap muka bersama warga guna menjaring aspirasi.

Reses yang dihadiri Camat Singaran Pati. Drs. Syamsul Anwar. Bpk. Lurah Lingkar Timur Liza Hari Adios. Sos, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat.

Dari sesi tanya jawab salah satu tokoh masyarakat setempat, Hanafi Mengeluhkan Kondisi jalan di jalan jeruk yang berlubang dan banyak terjadi kecelakaan akibat masuk lubang tersebut, maka kami sangat berharap aspirasi kami bisa disampaikan oleh Dewan.

Menyikapi hal tersebut Komisi DPRD Kota, Muryadi SH mengatakan Semua yang dikeluhkan dan diusulkan masyarakat telah diserap dan akan diperjuangkan dalam pembahasan APBD.

Dalam reses itu H. Muryadi mendengarkan Pengaduan dari seorang warga, Firmansyah RT. 01 Kelurahan lingkar Timur. H. Muryadi SH mengatakan “Ada dana hibah untuk masyarakat miskin untuk pemasangan sambungan air bersih (pipa ledeng) dan sekarang meterannya sudah ada, airnya tidak mengalir ke rumah – rumah bahkan ditagih oleh orang PDAM. Ini dana Hibah, dana bantuan Pemerintah Kota tahun 2017 yang seharusnya 31 Desember itu sudah berair dan mengalir”. Muryadi SH. Berharap awak media bisa mengekspos dan pengaduan itu bukan dari Warga RT. 01 Lingkar Timur saja bahkan Warga RT. 05 juga.

“Untuk di RT. 01 itu saja mendapatkan bantuan dana hibah itu sekitar 8 sambungan PDAM yang mengalir cuma ada boknya saja dan seharusnya ledeng itu sudah selesai per 31 Desember, karena Tahun anggaran sudah berakhir kalau tidak itu pasti ada SILPA. (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) berarti targetnya di RT. 01 belum selesai dan tidak mencapai target,”Ungkap Muryadi.

Lanjut H. Muryadi SH” Kami sebagai anggota DPRD sendiri melihat itu sudah selesai karena anggaran nya tahun 2017 dan berarti ini sudah temuan baru dan ini harus kita angkat dan pihak PDAM harus bertanggung jawab karena dananya sudah dialirkan Melalui APBD Tahun 2017 yang seharusnya sambungan PDAM Untuk masyarakat miskin itu sudah terairi dan terealisasi karena itu dana hibah dan kami anggota DPRD akan Menggiring masalah ini dan saya berharap untuk kedepannya Pemerintah kota benar – benar melaksanakan Pembangunan itu sesuai dengan Alokasi anggaran dan jangan sampai menyimpang dari Pada APBD”. (Ameng /SB)