Provinsi Bengkulu, Swara Bengkulu – Anggota DPR RI, Dr. Anarulita Muchtar kembali memberikan pemahaman empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara di daerah pemilihan Dapil Bengkulu . Pada Minggu 3 Juni 2018, Jl. Sungai Rapat Kelurahan Pagar Dewa Kecamatan Selebar RT. 41. RW. 08 Provinsi Bengkulu.

Pada kesempatan tersebut, Anarulita menegaskan untuk mencegah agar tidak terpengaruh dan tergelincir dengan kehidupan yang negatif. Empat pilar MPR-RI hendaknya menjadi sebagai pegangan hidup dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. “Karena itu, harus kita cegah pengaruh-pengaruh negatif dengan pembekalan dan pemahaman empat pilar MPR ini, Yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika yang membingkai dan melandasi serta jadi pilar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang harus dipegang teguh agar negara kesatuan tetap terpelihara,”.

Dijelaskan dia, persatuan dan kesatuan bangsa ini harus terus dipelihara dan diperjuangkan. Harapannya, agar negara terus bersatu dalam NKRI.

“Agar kehidupan bangsa Indonesia semakin kukuh, hendaknya segenap komponen bangsa, disamping memahami dan melaksanakan Pancasila, juga secara konsekuen menjaga sendi-sendi utama lainnya, yakni UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujar wakil rakyat yang juga Anggota Komisi XI DPR RI itu.

Anarulita lebih lanjut mengatakan, “Pancasila sebagai ideologi bisa mengikat bangsa Indonesia yang demikian besar dan majemuk. Pancasila adalah konsesus nasional yang dapat diterima semua paham, golongan, dan kelompok masyarakat di Indonesia. Dalam posisinya, Pancasila merupakan sumber jati diri, kepribadian, moralitas, dan haluan keselamatan bangsa.

Dalam kesempatan itu, Anarulita yang juga anggota Fraksi Partai Nasdem tersebut juga memberi pesan dalam memahami dan mensikapi persoalan-persoalan kebangsaan, tentang kebhinekaan, serta mengantisipasi adanya bibit-bibit yang mengancam kebhinekaan.

“Apabila kita menyadari bahwa kunci dari kebhinekaan adalah bagaimana kita bertoleransi dan tenggang rasa. Bagaimana kita dapat menghargai sesama manusia, agama, suku dan lain-lain”, ujarnya.

Bhinneka Tunggal Ika, lanjut Anarulita dalam kehidupan berbangsa dan negara harus menjadi anugrah yang harus terus dijaga. Jadi, generasi muda harus memahami betul empat pilar kebangsaan agar bisa benar-benar diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Kita tidak boleh membeda-bedakan.

Meskipun berbeda agama, suku, dan ras, namun kita tetap satu dan bersaudara dalam konteks NKRI. Tidak boleh saling hujat. Jika itu terjadi di negara ini, bisa bubar. Apalagi tidak ada negara dengan kebhinekaan seperti di Indonesia. Karena itu, perbedaan harus tetap utuh dengan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara,” kata dia berharap.

Dari perwakilan RT se-Kota Bengkulu Sefti Milian menjelaskan “Kami selaku ketua RT maupun Ketua RW sangat berterima kasih kepada ibu Anarulita yang telah mengundang kami kesini dan berbagai pengalaman ataupun ilmu yang kami dapatkan. Yang jelas betapa besarnya makna dari empat pilar Kebangsaan, Pancasila, UDD 1945, BHENIKA dan makna dari NKRI itu sendiri. Dan kami selaku ketua Rt dan Ketua RW se-Kota Bengkulu mendoakan semoga ibu Anarulita duduk kembali di periode Yang akan datang.(Ameng /SB)