Kota Bengkulu, Swara Bengkulu – Video kekerasan terhadap anak di bawah umur yang masih berstatus  pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (Smk N) 2 kota Bengkulu yang diduga dilakukan Security sontak membuat Kepala bidang Smk Dinas Provinsi bengkulu kaget dan akan ambil tindakan.(4/6/2018)

Adanya Peraturan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang melarang tindak kekerasan di lingkungan sekolah nampaknya tidak berlaku di SMKN 2 Kota Bengkulu, Kepala sekolah SMKN 2 Provinsi Bengkulu Ahmad Basori mengakui adanya tindakan kekerasan di ruang lingkup pendidikan sekolah yang dilakukan oleh oknum Security yang dinilainya sebagai Pembinaan.

 

“Kejadian ini berawal dari adanya laporan siswa yg merasa tidak melihat motornya di Parkiran kemudian melapor kepihak sekolah setelah dilakukan pencarian dan di ketahui dua orang temannya meminjam Tanpa pamit terlebih dahulu, setelah kejadian itu lantas Security melakukan tindakan pemukulan yang saya pikir itu pembinaan namun sedikit diluar kontrol”

Video Penanganan kasus siswa yg berujung pemukulan oleh oknum Security yang diduga tidak memiliki lisensi Sertifikat Diksar ini sontak membuat kepala bidang (Kabid) SMK Dinas pendidikan dan kebudayaan Provinsi Bengkulu Bapak Almuzni terkejut dan akan mendatangi sekolah dan akan mencari tahu kebenaran video tersebut.

” Kami baru lihat video itu juga baru tau adanya kejadian itu besok kami akan datangi sekolah itu untuk mencari kebenaran terlebih dahulu, dan apabila ditemukan kesalahan baru kita pikir soal tindakan”

Saat disinggung soal kekerasan terhadap siswa di sekolah-sekolah, Beliau juga menegaskan apapun alasannya pihak sekolah tidak boleh melakukan tindakan kekerasan terhadap siswa termasuk Security.

 

Namun sampai saat berita ini diterbitkan pihak sekolah SMKN 2 kota bengkulu belum ada tindakan khusus kepada oknum Security hanya teguran biasa.(Ameng /SB)