Kota Brngkulu, Swara Bengkulu – Forum Perempuan Muda Provinsi Bengkulu Dampingan Cahaya Perempuan (WCC) Memgadakan Perayaan Hari Kesehatan Seksual Sedunia Tahun 2018 Dengan Tema “Perempuan Muda, Stop Perkawinan Anak Dan Hak Atas Tubuh,  Kona kito (22/9/2018) sekitar pukul  13.00 WIB.

Perkawinan anak merupakan masalah sosial, ekonomi, dan poiitik yang diperumit oleh praktek tradisi dan budaya. Stigma sosial mengenai perkawinan setelah melewati masa pubertas yang dianggap aib pada kalangan tertentu, meningkatkan pula angka perkawinan anak. Kebutuhan dari hepentingan ekonomi yakni harapan tercapainya keamanan sosial dan keuangan setelah menikah, menyebabkan banyak orangtua menyetujui bahkan mendorong Perkawinan anak-anak mereka Dorongan kepentingan lainnya, Perkawinan anak diiakukan dengan maksud mempererat Tali kekeluargaan.

Tini Rahayu menjelaskan, Perempuan Muda, Stop Perkawinan Anak, Dan Hak atas Tubuh sengaja dipilih menjadi tema dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Seksual Sedunia, karena problem saat ini masih banyak terjadi pernikahan di bawah umur (masih kategori anak).

Penelitian kita (WCC), ungkapnya, pernikahan usia anak menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak.Menurut Tini “Bahwa hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi Bagi Perempuan antara lain adalah Hak Mendapatkan Pelayanan dan Perlindungan Kesehatan, termaksud hak atas Imformasi, Keterjangkauan, Pilihan, Keamanan, kerahasian, harga diri, Kenyamanan, kesinambungan, pelayanan dan hak berpendapat, hak memilih bentuk keluarga, serta hak untuk membagun dan merencanakan keluarga, dan hak untuk memutuskan kapan dan akan mempunyai anak.”

Direktur Cahaya Perempuan( WCC), Teti Menjelaskan”Kita mendorong negara dan masyarakat hentikan Perkawinan anak dimasa dini, Kekerasan Perempuan sehingga hak perempuan dan anak terpenuhi seperti hak pendidikan, partisipasi ruang publik, dan hidup nyaman,”

Sejatinya, fenomena pernikahan usia anak dan kekerasan terhadap Perempuan makin hari makin meningkat . Dikatakan Direktur Cahaya Perempuan Teti, untuk level dunia, Indonesia menduduki posisi ke 37. Sementara di tingkat ASEAN, Indonesia menempati posisi kedua dibawah kemboja.

Pada perayaan Hari Kesehatan Seksual Sedunia 2018 kami Forum Perempuan Muda tingkat Propinsi Bengkulu dampingan Cahaya Perempuan (WCC) Bengkulu menyatakan kepada Pemerintah Propinsi Bengkulu dan kepada Para Pemangku Kepentingan untuk memenuhi hal-hal sebagai berikut:

1. Kami membutuhkan kemudahan untuk mendapatkan pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi yang komprehensif di sekolah dan luar sekolah agar kami berperilaku seksual yang bertanggungiawab dan terhindar dari kekerasan seksual.

2. Kami membutuhkan pelayanan kesehatan reproduksi dan seksual yang bersahabat agar kami nyaman dan aman dalam menceritakan persoalan kesehatan seksual dan reproduksi yang kami alami.

3. Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu memenuhi pendidikan dan keterampilan hidup bagi perempuan muda yang putus sekolah, terutama korban KDRT untuk menghindari Perkawinan diusia anak.

4. Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu dan Para Pemangku Kepentingan melaksanakan secara konsisten mandat Peraturan Gubemur Nomor 33 Tahun 2018 tentang Pencegahan Perkawinan Anak

5. Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu dan Para Pemangku Kepentingan mendukung revisi Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan sebagai bentuk perlindungan anak.

Dan acara selanjutnya isi dengan tanya jawab oleh utusan-utusan dari Porum Perempuan Muda, utusan seluruh desa-desa yang ada di Provinsi Bengkulu, yang langsung di pimpin oleh Tini Rahayu dari Cahaya Perempuan (WCC), Lica Veronika dari Forum Perempuan Muda.

Dan ditambah ketiga Awak Media Online Swara Bengkulu, Sinar Nusantara News dan Antara Bengkulu. ketiga media online ini juga memberikan pertanyaan kepada Utusan-utusan Perempuan muda. Acara ini berjalan dengan lancar dan Sukses hingga sampai acara ditutup dengan makan bersama. (Ameng/SB)