Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) dengan Jajaran sampai tingkat Kecamatan dengan ratusan ribu personil diseluruh Indonesia tentu menjadi harapan bagi semua komponen bangsa untuk bersama-sama menyaksiakan pesta Demokrasi 5 tahunan yang akan digelar pada tahun 2024 berjalan kondusif.
 
Sebagaimana diketahui bersama bahwa tahapan pemilu telah dimulai sejak tanggal 14 Juni 2022, hal tersebut membuktikan bahwa gerak potensi pelanggaran Pemilihan Umum sudah dapat dideteksi, sebagai upaya untuk melakukan antisipasi terhadap semua potensi pelanggaran tahapan pemilihan umum terlebih kita ketahui bahwa tahun ini akan dilakukan penetapan Partai Politik Peserta Pemilu dan Pengundian Nomor Urut Partai Politik.
 
Sebagaimana pengalaman sebelumnya bahwa dalam kegiatan tersebut seringkali terjadi mobilisasi massa yang sangat besar sehingga Penyelenggara Pemilu tidak mampu untuk menetralisir kondisi tersebut terlebih kondisi sekarang masih dalam situasi pandemic Covid-19, konflik of interest pada tingkat grassroots apalagi mereka ketemu langsung dengan kekuatan massa masing-masing yang kemungkinan besar dapat terjadi gesekan.
 
Hal tersebut tentu perlu melibatkan Kepolisian sebagai lembaga yang dianggap punya kapasitas dan peran penting untuk menciptakan kondusifitas tahapan pemilihan umum, Forum Demokrasi Milennial menaruh harapan besar dan mendorong sesegera mungkin Polri melakukan stimulasi untuk menjamin semua tahapan pemilu berjalan sesuai dengan harapan bersama.
 
Kami meyakini bahwa Polri dibawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mampu untuk mewujudkan kondusifitas tahapan pemilu, kami juga siap mendukung semua kegiatan Polri untuk mewujudkan Tahapan Pemilu yang Kondusif” ucap Direktur Eksekutif Forum Demokrasi Millenial, Muhammad Ilham.
 
Kami punya beragam Program yang siap untuk dikolaborasikan dengan POLRI diantaranya Pembentukan Komando Damai Pemilu, Kampanye Kebebasan Memilih, Kongkow Kolaborasi Pemilu serta program lain yang menjadi bagian dari program Kolaborasi Forum Demokrasi Millenial; tutup Muhammad Ilham yang juga merupakan Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Indonesia.