Bengkulu, Swarabengkulu.com – Kasatgaswil Bengkulu Densus 88 Anti Teror Polri, Kombes Pol Dr. Imam Subandi, SS., S.H., M.H., menghadiri kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Bakti Sosial Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) tahun 2022 yang dikemas dalam “Jambore Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan se Provinsi Bengkulu tahun 2022”.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Sosial Provinsi Bengkulu di Aula Panti Sosial Tresna Werdha Pagar Dewa Kota Bengkulu, Minggu (21/8/2022).

Sebanyak 129 pekerja sosial dari 129 kecamatan dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Dimulai pukul 09.00 WIB, kegiatan diawali sarasehan, dilanjutkan dengan upacara dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Balai Buntar dengan inspektur upacara, Kombes Pol Dr. Imam Subandi, SS., S.H., M.H., dan berakhir pukul 13.00 WIB.

Imam Subandi yang menjadi salah satu narasumber sarasehan mengatakan, dirinya merasa bangga dapat bertatap muka dengan para pekerja sosial dari perwakilan setiap kecamatan di Provinsi Bengkulu.

Secara singkat, Imam memperkenalkan keberadaan Densus 88 AT Polri, dimana peran Densus yang terlihat di masyarakat saat ini sebagai penegak hukum dibidang terorisme. Padahal, tidak hanya itu saja, Densus juga turut serta berperan dalam membangun dan menumbuhkembangkan rasa cinta tanah air ditengah masyarakat.

“Tenaga Kesejahteraan Sosial yang berjumlah 129 perwakilan Kecamatan se Provinsi Bengkulu merupakan ujung tombak yang langsung bersentuhan dengan masyarakat di desa dan kecamatan yang akan menyampaikan pesan pesan kebhinekaan untuk memperkuat nilai nilai kebangsaan dan mempererat persatuan NKRI. Peran tenaga kerja sosial ini sangat strategis untuk mewakili negara dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Sebagai petugas sosial wajib memberikan pemahaman pentingnya nilai-nilai saling menghormati perbedaan, baik itu perbedaan agama, suku, dan budaya yang ada di NKRI,” ucapnya.

Imam memaparkan, tenaga kerja sosial juga harus menjadi agen cinta tanah air.

“Rasa cinta tanah air diwujudkan dengan menyayangi sesama tanpa membedakan suku, agama dan keyakinan. Sebab dengan demikian, dapat menghilangkan sifat sombong. Sifat sombong dan saling merasa benar,” tuturnya.

Selanjutnya, Imam juga berpesan agar para tenaga kerja sosial memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa Indonesia adalah rumah besar milik bersama yang harus dijaga.

“Mari kita cerdaskan masyarakat, bijaklah bermedia sosial, filterlah informasi yang masuk agar terhindar dari berita yang tidak benar/hoaks dan kunci kita supaya hidup rukun adalah saling menghormati, saling menyayangi. Ini adalah semangat dan warisan dari para pendiri bangsa atau leluhur juga pahlawan bangsa. Kita dilahirkan dalam perbedaan suku, adat, budaya dan agama,” pungkasnya.