Swarabengkulu.com – Pakar Ekonomi Bengkulu, Prof. Dr. Kamaludin, SE., MM menyebut bahwa kebijakan penyesuaian harga BBM sudah tepat. Hal tersebut disampaikan pada acara Selamat Pagi Bengkulu yang digelar oleh RBTV senin pagi lalu (05/09).

Prof. Dr. Kamaludin, SE., MM yang saat ini juga menjabat sebagai Rektor Universitas Dehasen mengungkapkan bahwa kebijakan penyesuaian harga BBM merupakan kebijakan yang sulit dan akan menimbulkan Multiplier Effect terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Namun demikian beban subsidi yang harus ditanggung oleh APBN terus membengkak dan justru lebih membahayakan perekonomian Indonesia secara keseluruhan.

“Kondisi ekonomi Indonesia saat ini sedang dalam masa pemulihan pasca pandemi Covid-19, termasuk beban APBN dalam penanganan pandemi juga telah berat. Jika terus dibebani dengan anggaran Subsidi BBM maka APBN dikhawatirkan tidak dapat berkontribusi maksimal untuk sektor lain yang lebih memberikan dampak luas terhadap seluruh lapisan masyarakat seperti bidang infrastruktur, kesehatan dan pendidikan.” Jelasnya.

Kebijakan penyesuaian harga BBM diiringi juga dengan penyaluran BLT BBM oleh pemerintah pusat dengan harapan dapat menjaga daya beli masyarakat.

“Kebijakan penyaluran BLT BBM atau bantalan sosial tersebut memerlukan peran dari seluruh pihak agar tepat sasaran.” Pungkasnya.