Bengkulu, Swarabengkulu.com – Ketua Gerakan Masyarakat Pengawas Birokrasi (Gemawasbi) Jevi Sartika menyambut baik kebijakan penyesuaian harga BBM. 

Jevi Sartika mengungkapkan bahwa  beban subsidi yang harus ditanggung oleh APBN terus membengkak dan justru sebagian besar dinikmati oleh kalangan masyarakat mampu. Dengan adanya penyesuaian harga BBM, subsidi energi tersebut bisa dialihkan untuk alokasi anggaran dibidang lain yang lebih tepat sasaran. 

“Dengan adanya kebijakan penyesuaian harga BBM, anggaran yang dikeluarkan oleh APBN untuk subsidi energi bisa dialihkan untuk pembangunan di sektor pendidikan, kesehatan dan infrastruktur lainnya yang manfaatnya bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas,” jelasnya. 

Jevi juga menambahkan bahwa seiring dengan kebijakan penyesuaian harga BBM, pemerintah memberikan BLT BBM kepada masyarakat untuk membantu menjaga daya beli dan penyalurannya perlu diawasi agar tepat sasaran. 

“Dalam rangka menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah menyalurkan Bantalan Sosial sebesar Rp24,17 triliun yang dibagi ke dalam 3 jenis bantuan, yaitu Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), kemudian Bantuan Subsidi Upah kepada pekerja dengan gaji maksimum Rp 3,5 juta per bulan, dan Bantuan dari Pemerintah Daerah sebesar 2 persen dari Dana Transfer Umum. Penyaluran berbagai jenis bantuan ini perlu kita awasi agar tepat sasaran kepada yang membutuhkan,” tambahnya.

Selain itu, Jevi juga meminta agar Pemerintah melakukan pengawasan penyaluran dan menjaga ketersediaan BBM untuk masyarakat. 

“Pemerintah dan seluruh pihak terkait harus melakukan pengawasan penyaluran dan ketersediaan BBM agar tidak dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya.