Bengkulu, Swara Bengkulu – Persoalan dugaan pengancaman yang di lakukan oleh oknum Wadek II FTT UINFAS Bengkulu terhadap salah satu wartawanmenjadi perhatian serius bagi khalayak umum. Seperti dilansir dari pemberitaan Media Online Mitratoday.com kejadian tersebut disebabkan adanya surat Pemberitahuan dari Rektor UIN Fas Farmawati Bengkulu Dr. KH. Zulkarnain Dali kepada Direktur Pascasarjana dan Para Dekan di linkungan UIN Fas Bengkulu agar pelaksanaan kegiatan Wisuda dan Yudisium dilaksanakan di fakultas atau tempat masing-masing, dengan tidak memungut biaya apapun kepada mahasiswa. Hanya boleh membebankan biaya konsumsi.

Namun, seminggu setelah surat himbauan tersebut ditandatangani sang rektor, tepatnya pada hari Rabu (14/09/2022). Fakultas Tarbiyah dan Tadris malah melaksanakan yudisium di salah satu hotel mewah di kota Bengkulu, dengan memungut biaya Rp 375.000/mahasiswa. Menariknya, sang Rektor yang mengeluarkan Surat Pemberitahuan tersebut turut hadir dan membuka acara.

Akibat pemberitaan tersebut awak Media yang menulis berita mendapat pesan chat WhatsApp yang terkesan tidak profesional, bahkan mengandung nada ancaman dari Wakil Dekan II Fakultas Tarbiyah dan Tadris Dr. Ali Akbar Jono.

“Saya tunggu kamu senin di ruang saya. Kamu sepertinya suka bermain api dan tidak tahu berterima kasih,” tulis Wakil Dekan II FTT ini, Sabtu 24 September 2022.

Namun, saat awak media ini meminta klarifikasi atas maksud dari pesan beliau tersebut, sang wadek tidak kunjung memberikan jawaban apa pun.

Dengan adanya pernyataan oknum Wadek tersebut tentu mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan.Seperti halnya di sampaikan pihak Yayasan LESTARI Bengkulu melalui Divisi Pendidikan, Dedy Iskandar sangat menyayangkan sikap oknum itu.

“Semestinya si oknum ini tidak menyampaikan hal yang tidak pantas seperti itu, apa lagi beliau merupakan salah satu bagian pendidik di kampus ternama di Bengkulu tersebut.’ Kata Dedy, Kamis 29 September 2022.

Lanjutnya, terkait pernyataan oknum Wadek tersebut, Rektor UINFAS diminta bertindak tegas dan mengevaluasi agar tidak terulang kembali hal tersebut.

“Ini harus di sikapi dengan tegas oleh Rektor UINFAS Bengkulu, apa lagi oknum wadek ini baru menjabat posisi tersebut sudah berulah dan bermasalah dengan awak media. Ini kalau tidak di evalusai bisa mencoreng nama baik kampus. Karena kita selaku masyarakat sangat miris dengan adanya ulah pemangku pendidikan yang ada di kampus ternama Bengkulu tersebut.” Jelas Dedy.

Terakhir, Dedy katakan semestinya hal itu tidak terjadi. “Apa lagi oknum tersebut seorang pendidik, melontarkan kata yang tidak baik terhadap seorang jurnalis.” Tegasnya.(R17/SB)