SwaraBengkulu.com – Lagi-lagi dunia Pendidikan Bengkulu tercoreng akibat ulah oknum tidak bertanggungjawab. Pasalnya, di Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Bengkulu di duga tidak mentaati aturan dan perita atasan yakni Dinas Pendidikan.

Hal itu terkait adanya informasi terjadinya pungutan luar dari ketentuan dan peraturan yang da, dugaan jual beli seragam, serta dugaan jual beli LKS.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dalam hal ini pernah menghimbau seluruh kepsek SMAN/SMKN tidak boleh menjual seragam, dan buku LKS atau atribut lainnya sesuai aturan yang ada.

Namun di SMAN 3 Bengkulu nampaknya terjadi dugaan pungli, jual beli seragam, dan jual beli LKS. Kepala SMAN 3 Bengkulu, Apdal Khairi di konfirmasi awak media menyampaikan bahwa hal itu sudah ia tegur beberapa guru yang menjual LKS.

“Itu ada beberapa guru yang menjual buku LKS sudah saya tegur, apa bila masih juga, saya tidak bertanggung jawab,” kata Kepsek SMAN 3.

Guna memperjelas informasi, awak media ingin bertemu beberapa guru yang di duga menjual LKS tersebut, namun tidak di perbolehkan kepala Sekolah.

Di tanya terkait keberadaan ketua Komite, kepala sekolah mengarahkan untuk mencari sendiri rumahnya.

Berdasarkan info yang di dapat awak media, dugaan pungli yang di lakukan pihak SMA N 3 Bengkulu mencapai ratusan juta rupiah, sesuai dengan jumlah murid yang ada.

Berikut dugaan pungli berdasarkan info yang disampaikan beberapa orang tua siswa :

Kelas 10, ada 11 kelas, dan itu di pungut biaya sebesar Rp 150.000 x 11 lokal x 34 siswa = Rp.56.100.000
Kelas 11, 11 lokal x 34 siswa di pungut biaya Rp.100.000, total Rp.37.400.000
Kelas 12, 10 lokal X 34 siswa X Rp.100.000 = Rp.34.000.000, hingga perbulan nya mencapai Rp.127.500.000 X 3 bulan = Rp.382.500.000.
Kemudian perihal itu di sampaikan Kepala sekolah bahwa sudah di rapatkan bersama wali murid.

“Di situ ada anggota polisi ka pol Airud ya pak Joko yang berbaju biru, untuk hasil pertemuan silahkan di tanya ke pengurus komite. Terkait sumbangan tidak ada hubungan dengan ujian dan kegiatan akademik lainnya,” Tutup Kepala Sekolah.(Red)