Musda TP Sriwijaya Bengkulu Bakal Diikuti 8 Pengcab

Swarabengkulu.com – Caretaker pengurus Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya bersiap akan menggelar musyawarah daerah (Musda). Musda rencananya akan dihelat sekitar pertengahan Februari 2023 dan diikuti oleh 8 Pengcab.

Ketua Panitia Musda TP Sriwjaya Bengkulu, Kiagus M. Syukri kepada media ini mengatakan bahwa pasca pembekuan pengurus TP Sriwijaya Bengkulu oleh pimpinan pusat pada Desember 2022 lalu, pihaknya telah bekerja secara marathon untuk mempersiapkan pembentukan Pengcab dan pelaksanaan Musda.

“Kita sudah menggelar sejumlah rapat secara intensif untuk mempersiapkan pelaksanaan Musda dengan agenda utama pemilihan Ketua TP Sriwijaya Bengkulu periode 2023-2028 dan dilanjut dengan pengukuhan pengurus,” jelasnya.

Syukri juga mengatakan bahwa kepengurusan TP Sriwijaya Bengkulu pasca pembekuan penting untuk dihidupkan lagi. “Makanya target utama kita adalah membentuk kepengurusan Pengcab yang ada di kabupaten dan kota. Kemudian baru menggelar Musda untuk membentuk kepengurusan daerah,” ujarnya.

Saat ini lanjut Syukri sudah ada 8 Pengcab yang telah membentuk kepengurusan. Kedelapan Pengcab itu yakni, Pengcab Kota Bengkulu, Seluma, Manna, Benteng, Arga Makmur, Kepahiang, Curup dan Lebong. “8 Pengcab ini akan ikut sebagai peserta Munas yang akan dihelat sekitar pertengahan Februari mendatang,” jelasnya.

PEMBEKUAN PENGURUS LAMA

Sementara itu Ketum DPP TP Sriwijaya, H. Sudirman D Hury SH MM MSc, melalui pesan WA kepada media ini mengatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan SK pembekuan pengurus lama TP Sriwijaya Bengkulu dengan nomor surat KEP. 119/DPP-TPS/XII/2022.

Kemudian mengeluarkan surat keputusan caretaker TP Sriwijaya Bengkulu dengan nomor KEP. 120/DPP-TPS/XII/2022.

“Dengan keluarnya dua SK tersebut maka kepengurusan lama TP Sriwijaya Bengkulu telah dibekukan dan diganti dengan kepungurusan caretaker,” jelasnya.

“Salah satu tugas pengurusan caretaker ini yaitu menyelenggarakan Musda dan membentuk kepengurusan baru TP Sriwijaya Bengkulu,” lanjutnya menegaskan.

Diakui Sudirman bahwa dirinya banyak mendapat laporan bahwa ada pihak-pihak yang melakukan rapat pleno dan mengatas namakan pengurus TP Sriwijaya Bengkulu di luar pengurus yang sudah di SK kan.

“Terkait adanya rapat pleno diperluas yang dilakukan pihak lain yang mengatas namakan pengurus TP Sriwijaya Bengkulu hendaknya diabaikan saja karena mereka tidak memiliki legalitas yang sah,” tegasnya.

Sudirman juga meminta agar panitia yang sudah dibentuk untuk sesegera mungkin mewujudkan rencana Musda yang telah diagendakan agar kepengugusan baru periode yang akan datang segera terbentuk dan operasional organisasi bisa berjalan.