Kota Bengkulu, Swara Bengkulu –   Terkait proyek di Kota Tua terindikasi merugikan keuangan negara yang diributkan masyarakat beberapa waktu yang lalu, Dedy Koboy selaku Pengurus LAKI (Laskar Anti Korupsi Indonesia) Provinsi Bengkulu mengatakan kepada awak media, dia akan menelusuri proses hukum perkara ini untuk mengetahu kejelasan sudah sampai di mana proses pengusutan kasus ini. Dan Dedy Koboy juga mengatakan kepada awak media, apa bila hal ini tidak tuntas di Provinsi Bengkulu maka akan akan melapor perkara ini ke Pusat.

Seperti diketahui, Sejak bergejolaknya pembangunan kota Tua di Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu masyarakat kota Bengkulu bertanya-tanya mengapa sampai sekarang belum ada kelanjutan yang sesuai dengan harapan.

Kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap proses hukum di negeri ini membuat masyarakat meminta  seluruh kepada APH yang berwenang untuk memberikan efek jera terhadap siapapun yang dianggap merugikan keuangan negara

Kegiatan Proyek Kota Tua  diduga Total lose (gagal perencanaan) terindikasi pembangunannya banyak pancang yang dipotong dan diduga merugikan negara, dengan adanya pemotongan tiang pancang lebih kurang  4 meter sebanyak 240 pancang yang dapat merugikan ratusan juta rupiah, dan juga tiang pancang tersebut tidak masuk sampai ke tanah dasar di bawah permukaan air dengan anggaran lebih kurang 6M proyek kota Tua jadi sorotan masyarakat kota Bengkulu” Ujar, Dedy Koboy. (R17/SB/RED).